C0919019 Gabriela Sitaresmi Suryaningrum
Penulis Mahasiswa Program Studi Karya Seni Fakultas
Seni Rupa dan Desain
A.
Latar Belakang
Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta dibawah
komando Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni UNS, Prof. Kuncoro Diharjo
terus konsisten untuk membantu korban longsor di Bogor. Setelah tim medis UNS
gelombang 2 kembali di Solo, pada Sabtu (25/1/2020) UNS kembali mengirim tim
medis gelombang 3.
B.
Tujuan
Untuk memberikan sebuah informasi kepada para pembaca
mengenai Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta yang sampai saat ini masih
peduli dengan masyarakat Indonesia di berbagai tempat yang sedang mengalami
musibah dalam bentuk bakti sosial. Salah satu contohnya peristiwa tanah longsor
di Bogor yang memakan korban. Selain itu disajikan juga beberapa informasi
mengenai kondisi masyarakat dan lingkungan dimana longsor tersebut terjadi.
C.
Pembahasan
Tim medis gelombang 3 ini direncanakan berada di Posko
UNS yang berada di Desa Cileuksa, Kecamatan Sukajaya, Kabupaten Bogor. Tim medis UNS gelombang 2 yang diwakili oleh dr. Jerry
Indra Setiawan (speasialis paru-paru), dr. Dikha Dwi Putra (spesialis penyakit
dalam) dan dr. Johannes Naibako (psikiatri) menyampaikan bagaimana kondisi
terakhir dan tindakan-tindakan apa saja yang sebaiknya dilakukan untuk membantu
warga di wilayah tersebut. Terdapat dua wilayah yang dijangkau oleh tim medis
UNS untuk didirikan posko bantuan yaitu di wilayah Sipayung dan Cileuksa. Posko
bantuan yang ada di Sipayung terbilang lebih baik karena berdekatan dengan Puskesmas,
sehingga tim medis gelombang 2 mendirikan posko di Cileuksa. Wilayah ini masih
minim bantuan dan memerlukan tim medis untuk membantu warga. Beberapa daerah
sekitar juga masih terisolir karena akses menuju daerah-daerah tersebut
terputus.
Dr. Jerry mengatakan bahwa mayoritas masyarakat di
sana mengalami Infeksi Saluran Pernapasan Atas (ISPA), Infeksi Saluran Kemih
(ISK) dan gangguan saluran pencernaan. Hal ini terjadi karena masyarakat
kekurangan asupan serat. Bantuan makanan yang datang sebagian besar adalah
makanan-makanan instan dan mengandung minyak, sehingga berdampak kurang baik
bagi kesehatan masyarakat. Di tambah air bersih di wilayah tersebut juga kurang
baik memperparah kondisi kesehatan. Jika kondisi ini tidak berubah, prediksi
selanjutnya adalah penyakit kulit akan segera merebak melihat kondisi yang
lembab dan penggunaan air yang kurang baik dilakukan secara masal, sehingga
mempercepat penularan.
Tidak hanya dari kondisi kesehatan secara fisik, tim
medis UNS juga melaporkan dari kondisi psikologis masyarakat. Disampaikan oleh
dr. Johannes bahwa ada lima pasien dengan kondisi kejiwaan kurang baik,
sehingga memerlukan pertolongan dari tim medis. Dua diantaranya langsung di
rujuk ke rumah sakit terdekat untuk mendapat penanganan.
Bersamaan dengan tim medis UNS, beberapa hari kemudian
hadir pula tim bantuan dari Dinas Kesehatan setempat dan Kementerian Kesehatan
yang meninjau langsung kondisi posko kesehatan. Tim medis UNS mendapat
apresiasi dari perwakilan Kementerian Kesehatan atas usaha yang sudah dilakukan
untuk membantu korban tanah longsor di Kabupaten Bogor ini.
Sementara itu, Kepala Biro Kemahasiswaan dan Alumni
UNS, Rohman Agus Pratomo menambahkan bahwa UNS tidak berhenti dengan tim medis
2, UNS kembali mengirimkan tim medis 3 untuk kembali membantu korban bencana.
Terdapat lima dokter, dua Mapala Vagus Fakultas Kedokteran (FK) UNS dan 2 orang
dari Tim SAR UNS. Dokter yang dikirimkan yaitu dokter spesialis paru-paru,
dokter spesialis penyakit dalam, dokter spesialis kulit dan kelamin, psikiatri
dan tambahan satu dokter anak. Penambahan dokter anak ini dikarenakan pasien
anak-anak juga memiliki jumlah yang tidak sedikit.
“Harapannya tim medis ini bisa membantu masyarakat dan
nantinya akan mendampingi masyarakat sampai awal bulan Februari,” Kata Rohman.
Sebagai gambaran di Desa Cileuksa, mata pencaharian
masyarakat yang bergantung dengan kondisi alam kini berhenti total. Lahan yang
biasanya bisa mereka garap kini rusak dan tidak bisa digunakan. Beberapa warga
masih ke ladang untuk mencari-cari sekiranya apa yang bisa digunakan oleh
mereka.
D.
Kesimpulan
Dari artikel tersebut dapat disimpulkan bahwa
Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta memiliki partisipasi lebih terhadap
warga yang membutuhkan dengan menerjunkan beberapa anggotanya sebagai bukti
bakti sosial dan kepedulian terhadap sesama.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar